SIAK —Keberangkatan Aparatur Pemerintah Desa atau Kampung di Kabupaten Siak ke Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya ke Lombok, akhirnya terkuak ke publik. Dari informasi yang dihimpun, Kecamatan Bungaraya tercatat sebagai salah satu wilayah dengan jumlah Pemerintah Desa/Kampung terbanyak yang berangkat, di tengah kondisi keuangan daerah Kabupaten Siak yang sedang kritis.
Selain dari Bungaraya ada juga Desa/Kampung yang berangkat ke Lombok dari Kecamatan Mempura, Dayun dan Desa dari Kecamatan lainnya
Camat Bungaraya mengaku tidak mengetahui adanya perjalanan ke NTB tersebut. Ia menyebut, informasi yang sampai kepadanya hanyalah keberangkatan para penghulu dan perangkat desa ke Pekanbaru.
“Saya tahunya mereka ke Pekanbaru, tidak ada laporan ke saya terkait perjalanan ke Lombok atau NTB,” ujar Camat Bungaraya saat dikonfirmasi langsung. (30/12/2025) di ruang kerjanya
Keberangkatan aparatur desa ini memicu kekecewaan dan reaksi keras dari masyarakat. Pasalnya, perjalanan tersebut terjadi di saat Bupati Siak melaksanakan efisiensi anggaran, sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 terkait efisiensi anggaran, bahkan kondisi kas daerah Kabupaten Siak di akhir tahun 2025 dilaporkan hanya tersisa sekitar Rp3 juta lebih.
Warga menilai, langkah plesiran tersebut tidak mencerminkan kepekaan dan empati pemerintah desa terhadap kondisi keuangan daerah, terlebih di saat sebagian aparatur dan masyarakat masih menghadapi persoalan keterlambatan pembayaran hak-hak mereka.
“Di atas bicara efisiensi, di bawah malah jalan-jalan. Ini sangat melukai rasa keadilan masyarakat,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Salah seorang perangkat desa yang berangkat membenarkan bahwa ia ikut pergi ke Nusa Tenggara Barat yang dikenal dengan eksotis wisata pantai dan alam yang indah tersebut
” Kenapa dimasukkan ke berita ne bang, awak ikut pergi ni, ” Ujarnya Singkat
Dari data penelusuran awak media dan informasi dari sumber yang bisa dipertanggungjawabkan mengatakan kalau keberangkatan para perangkat desa tersebut juga ikut berangkat para Bapekam, menggunakan SPT dan SPPD dari dana APBKam Tahun 2025
Selain itu, dari informasi yang didapat diduga bahwa jasa travel yang digunakan untuk jalan-jalan ke NTB tersebut menggunakan Jasa Travel menggunakan transportasi udara. Mereka berangkat dari hari senin tanggal 22 sampai 26 Desember 2025
Tak hanya masyarakat, persoalan ini juga kabarnya memantik kemarahan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak. Sekda dikabarkan geram atas keberangkatan tersebut, karena dinilai bertentangan dengan arahan pemerintah pusat dan kebijakan daerah terkait pengetatan anggaran. (Redaksi)