baner media reportase

Bertahun-Tahun Menanti, Koperasi Karya Benuar Perincit Sepakat Akhirnya Lolos Sertifikasi ISPO

Tim Auditor dari Lembaga Sertifikasi ISPO melakukan pengecekan di perkebunan Kelapa Sawit milik kelompok KBPS di Kampung Perincit 

SIAK – Setelah melalui proses panjang selama bertahun-tahun, perjuangan Koperasi Karya Benuar Perincit Sepakat (KBPS) untuk mendapatkan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) akhirnya membuahkan hasil.

Sertifikasi ISPO tersebut  resmi akan diterima Koperasi Karya Benuar Perincit Sepakat setelah lolos dalam audit oleh lembaga sertifikasi ISPO pada 11,12 dan 13 Agustus 2026. Capaian ini disambut haru dan penuh rasa syukur oleh pengurus serta anggota koperasi, sekaligus menjadi momentum penting bagi peningkatan tata kelola perkebunan kelapa sawit masyarakat di Kampung Perincit.

Ketua Koperasi Karya Benuar Perincit Sepakat, Junaifi, SP, mengatakan keberhasilan memperoleh sertifikat ISPO merupakan buah dari perjuangan panjang pengurus bersama anggota koperasi serta pendampingan oleh SPLP

“Alhamdulillah,  Koperasi Benuar Perincit Sepakat  akan mendapatkan sertifikat ISPO. Kami bersama seluruh pengurus dan anggota sangat bersyukur. Mudah-mudahan dengan keluarnya sertifikat ini nanti, dampaknya benar-benar dirasakan petani, terutama seluruh anggota, sehingga mendapatkan harga TBS yang terbaik,” ujar Junaifi kepada awak media, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, proses menuju sertifikasi ISPO tidaklah mudah. Berbagai persyaratan harus dipenuhi, mulai dari aspek legalitas, tata kelola perkebunan, lingkungan, hingga aspek sosial dan ekonomi.

ISPO merupakan sistem sertifikasi nasional yang mendorong pelaku usaha perkebunan kelapa sawit menjalankan pengelolaan perkebunan secara legal, berkelanjutan, ramah lingkungan, serta bertanggung jawab secara sosial dan ekonomi.

Didampingi SPLP hingga Proses Audit Sertifikasi

Dalam proses panjang tersebut, Siak Pelalawan Landscape Program (SPLP) turut memberikan pendampingan kepada Koperasi Karya Benuar Perincit Sepakat. Pendampingan tersebut tidak hanya dalam aspek penguatan kelembagaan dan persiapan pemenuhan persyaratan ISPO, tetapi juga mencakup dukungan pembiayaan proses sertifikasi hingga pelaksanaan audit.

Dengan pendampingan tersebut, koperasi bersama kelompok-kelompok tani dapat mempersiapkan berbagai dokumen dan persyaratan yang diperlukan sebelum memasuki tahapan audit sertifikasi.

Junaifi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut mengawal proses tersebut.

“Begitu saya menjabat dan membentuk kepengurusan baru, sekitar kurang lebih berjalan 10 bulan, kami terus bergerak bersama anggota, pengurus kelompok dan pengurus koperasi. Kami didampingi SPLP dan manajer untuk bergerak agar sertifikat ISPO ini bisa keluar,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama, bukan hanya pengurus koperasi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus koperasi, pengurus kelompok, anggota masyarakat serta anggota koperasi yang sangat mendukung program ISPO ini,” sambungnya.

Junefi juga memberikan apresiasi kepada badan pengawas koperasi dan Pemerintah Kampung Perincit yang dinilai konsisten memberikan dukungan terhadap proses sertifikasi.

Harapan Harga TBS Petani Lebih Baik

Salah satu harapan terbesar setelah diperolehnya sertifikat ISPO adalah meningkatnya posisi tawar petani dalam pemasaran Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.

Dengan adanya sertifikasi dan terpenuhinya standar tata kelola perkebunan, koperasi berharap TBS yang dihasilkan anggota dapat memperoleh harga yang lebih baik dan sesuai dengan ketentuan harga yang berlaku.

“Harapan kami, dengan sertifikat ini petani, khususnya anggota koperasi, bisa mendapatkan harga TBS yang terbaik,” harap Junaifi.

Pemerintah Kampung Sambut Positif

Sementara itu, Penghulu Kampung Perincit, Eli Zamri, menyambut positif keberhasilan Koperasi Karya Benuar Perincit Sepakat meraih sertifikat ISPO.

Ia menyebut capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kampung Perincit karena dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para petani sawit yang tergabung dalam koperasi.

“Kami dari pemerintahan kampung sangat bangga dan senang dengan didapatkannya sertifikat ISPO oleh Koperasi KBPS. Dengan mendapatkan ISPO ini, nantinya bisa membantu masyarakat kami, terutama dari sisi harga TBS yang lebih baik,” ujar Eli.

Menurutnya, selama ini petani belum sepenuhnya mendapatkan harga TBS sebagaimana yang diharapkan. Dengan adanya sertifikat ISPO, ia berharap pemasaran hasil perkebunan masyarakat menjadi lebih baik dan dapat mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah melalui Dinas Perkebunan.

Dorong Peremajaan Sawit Rakyat

Tidak hanya berhenti pada sertifikasi ISPO, Pemerintah Kampung Perincit juga mendorong keberlanjutan program perkebunan masyarakat melalui Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Eli mengatakan program PSR penting dilakukan mengingat sebagian besar tanaman sawit masyarakat telah memasuki usia tua.

“Insyaallah ke depannya kami juga mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), yang merupakan program pemerintah untuk membantu peremajaan kebun. Kebun sawit yang kita miliki sudah berumur sekitar 24 tahun, jadi tidak lama lagi akan dilakukan replanting,” jelasnya.

Menurutnya, peremajaan menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas kebun tanpa harus membuka lahan baru.

Dengan diraihnya sertifikat ISPO, Koperasi Karya Benuar Perincit Sepakat kini tidak hanya menandai berakhirnya perjuangan panjang dalam proses sertifikasi, tetapi juga membuka babak baru bagi penguatan tata kelola perkebunan rakyat, peningkatan nilai ekonomi TBS, serta pengelolaan perkebunan yang lebih berkelanjutan.

Peran pendampingan SPLP, dukungan Pemerintah Kampung, pengurus koperasi, kelompok tani dan seluruh anggota menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Kini tantangannya adalah memastikan sertifikat ISPO benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani dan keberlanjutan perkebunan masyarakat Kampung Perincit.(Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *