baner media reportase

Tewasnya Masih Misteri, Kenapa Dokter Alex ke Semak Belukar Samping Pagar RSUD Siak dan di Temukan Tergeletak?  

dr. Alex Cristo Loris (AKL/30 Tahun) Dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi bertugas di RSUD Tengku Rafian Siak, ditemukan tak bernyawa (14/7) di samping pagar RSUD Siak yang sudah ditumbuhi semak belukar

SIAK – Dokter yang bernama Alex Cristo Loris (ACL) seorang laki-laki yang masih berusia 30 tahun ditemukan tergeletak dan sudah tidak bernyawa di semak belukar samping pagar Rumah Sakit Umum Daerah Siak Tengku Rafi’an tempat ia bertugas

Sang Dokter ACL merupakan Dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi dari UNRI yang bertugas di RSUD Tengku Rafian Siak, yang dikabarkan belum sampai satu bulan bertugas alias masih baru dan tinggal di dalam Perumahan Rumah Sakit

Jenazah sang Dokter pertama kali ditemukan petugas keamanan sekitar pukul 11.30 WIB setelah hilang kontak sejak sehari sebelumnya. (14/7/2026)

Tubuhnya tergeletak tak bernyawa, tepatnya dekat pohon pinang yang dikelilingi semak belukar samping pagar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafi’an milik Pemerintah Kabupaten Siak di jalan Raja Kecik.

Mirisnya lagi, tubuh sang Dokter sudah penuh di kerumuti serangga jenis kerengga pada saat ditemukan, isterinya yang juga seorang Dokter di RSUD yang sama, sangat terpukul melihat kondisi suaminya yang sudah tiada dan menangis histeris sambil memegang sang suami dan mengutarakan, “pulanglah sayang…., pulanglah sayang….!

Hasil penelusuran, didapat bahwa sang Dokter yang tewas tersebut merupakan warga Jalan Air Kabur Atas, Kelurahan Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.

Sebelumnya ia dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak Senin (13/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Sang istri bernama dr. Yulianti Marbun (YM) (31 Tahun) , sempat berusaha menghubungi telepon genggam suaminya tersebut, namun sudah tidak aktif lagi.

Dirundung rasa kekhawatiran mendalam, ia berusaha mencari sang suami dilingkungan RSUD serta menanyakan kepada rekan-rekan sejawat sang suami. Namun, tidak seorang pun mengetahui keberadaannya

Pencarian kemudian dilakukan dengan memeriksa rekaman CCTV Rumah Sakit. Dari hasil pemeriksaan, sang Dokter yang malang ternyata terakhir kali terlihat berjalan seorang diri keluar dari area RSUD Tengku Rafi’an melalui pintu depan Pos Security II menuju arah luar rumah sakit.

Namun sampai selasa pagi dokter tersebut belum juga ditemukan. Tiga orang saksi terdiri dari petugas keamanan dan supir ambulan kemudian berinisiatif menyisir area semak di luar pagar rumah sakit.

Saat salah seorang petugas keamanan memanjat pagar pembatas untuk melihat ke arah luar, alangkah terkejutnya, sang Dokter ditemukan dalam posisi terlentang dan sudah tidak bernyawa di tengah semak belukar dekat pohon pinang.

Jasad berada sekitar lima meter dari pagar pembatas rumah sakit atau sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik. Di dekat jasad sang Dokter juga ditemukan sebuah tas sandang berwarna hitam yang diduga miliknya serta Headset Bluetooth yang masih terpasang di telinga

Kemudian barulah personel Polsek Siak bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Siak langsung turun ke lokasi, setelah mendapat laporan terkait peristiwa tersebut. untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mengamankan sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang diamankan diantaranya tas sandang, telepon genggam, ID card yang bertugas di RSUD Siak, stetoskop, alat ukur tensi, alat cek gula darah, headset bluetooth, uang tunai Rp 861 ribu, serta beberapa peralatan medis berupa jarum suntik dan dua vial obat bertuliskan Fentanil Citrate dan Rocuronium Bromide.

Kemudian Jasad sang Dokter dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk keperluan autopsi

Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kematian dokter residen tersebut.

“Benar, kami menerima laporan adanya penemuan seorang dokter PPDS yang ditemukan meninggal dunia di area semak belukar di samping RSUD Tengku Rafian Siak. Saat ini kami telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, memeriksa sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk proses penanganan lebih lanjut,” kata AKP Raja Kosmos, Selasa (14/7/2026).

Ia menegaskan, penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban karena masih menunggu hasil autopsi.

“Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah telah dievakuasi dan akan dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Semua kemungkinan masih kami dalami berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik,” ujarnya.

Menurut Raja Kosmos, dari keterangan awal keluarga, bahwa sang Dokter diketahui tidak memiliki riwayat penyakit kronis maupun persoalan rumah tangga.

“Seluruh keterangan saksi, rekaman CCTV, barang bukti, serta hasil pemeriksaan medis nantinya akan menjadi bahan penyidik dalam mengungkap secara utuh peristiwa ini,” pungkasnya.

Saat ini, Satreskrim Polres Siak masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti tewasnya sang dokter PPDS yang bertugas di RSUD Siak tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *